Kumpulan Audio Tanya-Jawab Asatidzah Ahlussunnah wal Jama'ah ~

Si A dan si B memberi takjil pada orang yang sama, lalu orang tersebut membatalkan puasanya pertama kali makan dari si A, kemudian menghabiskan makanan dari si B, siapa yang mendapatkan pahala orang yang puasa tadi?, si A ataukah si B?

Pertanyaan

Si A dan si B memberi takjil pada orang yang sama, lalu orang tersebut membatalkan puasanya pertama kali makan dari si A, kemudian menghabiskan makanan dari si B, siapa yang mendapatkan pahala orang yang puasa tadi?, si A ataukah si B?

Jawaban


Unduh Audio (81x diputar)

Pemateri

Bagikan

Audio Terkait

Di tempat ana ada 2 panitia qurban, dari RT orang umum, kedua […]

Bagaimana hukum membaca dan memegang mushaf bagi wanita yang haidh, nifas atau […]

Apakah hukum berbicara ketika khatib berkhutbah?

Ustadz bila ada perusahaan menjual barangnya dengan cara turun temurun dari orang […]

Apakah termasuk terkena fitnah dunia ketika bekerja keras untuk membayar hutang yang […]

Bolehkah membagikan nasi dus atau yang lainnya makanan kepada masyarakat ditengah kita […]

Mohon nasehat untuk bagi ikhwan da’i yang sering ketinggalan shalat berjama’ah karena […]

Apakah disunnahkan untuk berwudlu atau mandi sebelum atau sesudah memandikan mayat?

Ketika shalat subuh saya mendapati imam membaca doa qunut. Apakah saya boleh […]

Apakah ketika kita masbuk mendapatkan imam sedang duduk tawarruk sebelum salam, kita […]

Audio Terbaru

Bagaimana cara berinteraksi dengan tetangga atau lingkungan sebagai seorang istri atau wanita, […]

Apa hukum mengadakan program sekolah atau kejar paket A, B, atau C […]

Terkait program pemerintah yaitu PIN (Pekan Imunisasi Nasional) apakah kita harus mentaati […]

Apakah di Indonesia ada Ulama ?

Min fadhlikum. Apakah keharoman memandang lawan jenis ini dikecualikan dan menjadi boleh […]

Apakah beladiri tenaga dalam atau amalan misal asmaul husna untuk mengusir jin, […]

Apakah salafy itu mengakui ijazah formal standar nasional? Pondok salafy manakah yang […]

Ustadz tolong jelaskan apakah salafy imitasi itu ahlul bid’ah atau salafy fasiq?

Bagaimana mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah?

Kapan Indonesia menjadi negeri tauhid?

Kirim Pertanyaan

Kirim via WhatsApp