Kumpulan Audio Tanya-Jawab Asatidzah Ahlussunnah wal Jama'ah ~

Dengan dasar apa kaum syi’ah mencela bahkan mengkafirkan para istri nabi dan sebagian sahabat yang mulia ?

Pertanyaan

Syi’ah mengaku mencintai ahlulbait, tapi dari para sahabat dan istri-istri beliau sebagiannya malah dicela, bahkan dikafirkan. Dengan dasar apa kaum syi’ah mencela bahkan mengkafirkan para istri nabi dan sebagian sahabat yang mulia ?

Jawaban


Unduh Audio (177x diputar)

Pemateri

Bagikan

Audio Terkait

Saya berteman dengan orang yang jelek aqidahnya, tapi dalam rangka dakwah, apakah […]

Apakah fatwa Syaikh Al Albany tentang pilpres Aljazair juga bisa diterapkan dengan […]

Apa hukumnya demonstrasi jika pemerintah mengizinkan dengan syarat-syarat?

Ustadz, sholawat ya Robbi bil musthofa sampai selesai terletak kesyirikannya disebelah mana?

Apakah termasuk munafiq orang yang sudah tau dalilnya bahwa yang dilakukan itu […]

Bagaimana hukumnya menerima pemberian kupon peduli kasih dari Gereja yesus juru selamat?

Apa penyebab seseorang tertimpa was-was, keraguan pada keimanannya?

Bagaimana sikap kita terhadap penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah Subhanahu […]

Adakah ahlulbait di Indonesia yang sunny salafy ?

Jika bermajlis dengan ahlul bid’ah menjadi sebab utama tumbuhnya hawa nafsu yang […]

Audio Terbaru

Ana pernah membaca Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh bahwa apabila qunut subuh walaupun […]

Ana mendengar kabar bahwa syiah mengadakan kudeta revolusi wilayatul faqih di Indonesia, […]

Ustadz, bagaimana dengan seorang yang tidak mau hadir di majlis ilmu asatidzah, […]

Apakah disyariatkan ketika sholat jumat khutbahnya dengan berbahasa arab?

Apakah termasuk munafiq orang yang sudah tau dalilnya bahwa yang dilakukan itu […]

Bagaimana jika kami belum mampu mengamalkan ilmu yang sudah didapat, bolehkah kita […]

Ustadz, mohon nasehatnya! Ana termasuk orang yang malas memberi nasehat inkarul munkar […]

Apabila seseorang berniat baik, mentahdzir/memperingatkan si fulan dari kejelekan berdasarkan berita-berita yang […]

Bagaimana kalau pihak waliyul amr/pihak penguasa yang memboikot (hajr)? Apakah otomatis itu […]

Apakah konsekuensinya setelah tahdzir itu sama antara tabdi’/vonis mubtadi’ dengan yang bukan?

Kirim Pertanyaan

Kirim via WhatsApp